Wabah DBD kembali menyerang warga.
Pada periode Januari - Mei tahun 2009, sebanyak 12(duabelas) orang warga RT006/RW010 Pulogebang Permai telah terkena DBD. Demikian juga terdapat beberapa warga Blok A yang telah terkena.
Telah berkali-kali dilakukan penyemprotan, namun rupanya nyamuk DBD dengan virusnya telah bermutasi sehingga gejala DBD seperti sakit biasa tidak berbintik merah lagi.
Dari keluarga warga menyampaikan agar warga yang terkena dan dibawa kerumah sakit terutama minum air putih agak melebihi ukuran normal, agar terjadi penurunan panas dan meredam serangan visrus DBD lebih jauh sambil menunggu penanganan medis.
Bagi warga yang sehat maka disarankan untuk minum juice jambu merah, minum masupan makanan yang memadai terutama mengandung vitamin C.
Suatu inovasi teknologi guna membantu mengatasi wabah DBD telah berhasil ditemukan. Inovasi teknologi yang dihasilkan Balittro Departemen Pertanian tersebut berupa plasma nutfah tanaman obat, khususnya untuk pengobatan DBD. Tanaman obat tersebut harus dicampurkan satu dengan lainnya agar tercipta suatu ramuan obat alami. Salah satu ramuan alami untuk mengobati DBD berupa sirup kesehatan.
Untuk membuatnya diperlukan bahan-bahan berupa kunyit (2-4 jari), temu ireng (2-3 buah), dan daun meniran (3-4 pohon). Selain itu diperlukan pula daun pepaya tua (2 lembar), daun jambu biji merah (2-3 lembar), serta garam secukupnya. Informasi selengkapnya klik disini.
2 comments
This post has 4 feedbacks awaiting moderation...





Komentar