KERJASAMA MEMPERBAIKI LAPANGAN PERTANDINGAN
By admin on Jun 23, 2009 | In Dari Warga untuk Warga, Gotong royong | 1 feedback »
Pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 20-21 Juni 2009 Warga khususnya Panitia pelaksana HUT-RI telah bersama memperbaiki lapangan volley dan badminton yang akan dipergunakan untuk pertandingan.
Warga yang terdiri dari Team pelaksana lapangan yang meliputi
Bidang listrik - P. Narno , Bidang las - P. Udin , Bidang bantuan umum - Sdr. Bowo
Tampak hadir Anggauta panitia yang terdiri dari : P. Arif, P. Han, P.Medy, P.Hartizon, P. Nayoko, P. Sumarlan, P. Herman, P. Susilo terlihat juga dilapangan. Tidak ketinggalan pada siang hari dan sore hari ditengok oleh Ketua RT.005 - P. Multadi.
Follow up:
Kerjasama yang dilakukan bertujuan untuk memperbaiki lapangan yang meliputi kegiatan pengecatan lapangan, mengganti tiang lampu, memperbaiki tempat lampu, mengecat tiang, menarik kabel listrik. Pada tahap pengecatan lapangan yang dilakukan pada hari Sabtu berjalan dengan dengan baik karena bobot pekerjaan yang tidak begitu berat, sedangkan pada hari Minggu melakukan pekerjaaan sisa yang cukup membutuhkan waktu dan koordinasi yang baik.
Khusus untuk tugas teknis dalam pelaksanaannya tidak banyak hambatan karena para petugas lapangan sudah terbiasa dengan jenis pekerjaannya. Hal yang sangat mendukung adalah sarana kerja seperti peralatan las dan peralatan bantu lainnya telah disediakan oleh P. Sumarlan, apalagi Mas Marlan demikian panggilan keseharian kami juga ahli dalam pengelasan dan pertukangan lainnya. Tidak ketinggalan juga P.Wiji selaku CEO perusahaan engginering memberikan dukungan bantuan peralatan dan tempat penyimpanan sementara.
Kerja team mengalami kelambatan pada awalnya, sampai jam 11.00 siang team masih belum terkoordinasi dengan baik karena team harus menunggu material pipa besi dan pipa siku lainnya yang akan dipergunakan untuk meperbaiki bagian tiang-tiang lampu yang rusak. Tugas pengadaan material dilakukan oleh P. Herman dan P. Udin. Nah karena kebetulan hari Minggu maka toko material besi hanya sebagian yang buka. Diketemukan toko material yang buka namun karena petugas kasir belum ada, maka team pengadaan tidak bisa melakukan transaksi. Terpaksalah team pengadaan mencari alternatip membeli di tempat besi loakan secara kiloan harganya.
Sambil menunggu team pengadaan material maka team yang ada dilapangan secara bertahap menurunkan tiang-tiang yang masih berdiri. Secara beramai-ramai team menurunkan tiang-tiang tersebut, sederhana diskripsi pekerjaannya namun diperlukan kehati-hatian agar tidak terjadi kecelakaan kerja. Setelah turun dan diatur serta diteliti satu persatu maka dikumpulkanlah mur pengikat tiang, lampu TL yang masih baik, baut pengikat tempat peneduh lampu TL pada tempat2 tertentu.
Tugas yang berkaitan dengan penyambungan kabel listrik dari terminal utama sampai dengan tempat lapangan, serta pembongkaran komponen lampu TL dilakukan oleh P. Narno dibantu oleh Sdr Bowo. Terlihat pekerjaan ini dilakukan dengan lancar karena memang dipegang oleh ahlinya.
Begitu batang pipa dan material lain telah tersedia maka pekerjaan berikutnya adalah melakukan pemotongan dan pengelasan pada bagian-bagian tiang-tiang lampu yang diperlukan. Pekerjaan ini juga dilakukan oleh ahlinya P. Sumarlan dibantu oleh P. Udin.
Pada tahap pengelasan ini anggauta team saling mengingatkan bahwa hasil las pada awal tentu masih panas, prosedure peringatan ini harus selalu diingatkan, karena ada kecenderungan sifat kita untuk memegang langsung kepada benda yang akan dikerjakan tanpa menyadari bahwa jenis pekerjaannya adalah pengelasan yang akan mengakibatkan hasil kerja menjadi panas setelah dilas. Walaupun sudah saling mengingatkan ...toh masih ada juga anggauta team yang langsung memegang komponen yang habis dilas tersebut ..... hehehe ya tentu panas.
Anggauta team lain walaupun perannya tidak langsung melakukan kerja lapangan karena memang bukan deskripsi tugasnya serta juga karena keterbatasan alat kerjanya, tetap merupakan bagian team yang penting seperti P. Arif sebagai komandan team tepat kiranya seperti latar belakang kesehariannya sebagai Pilot pesawat penumpang yang menentukan terbang atau mendaratnya pesawat, bersama Co-pilot nya P. Hartizon yang selalu ada dilapangan rapat maupun lapangan kerja, merupakan pendorong spirit team. Mereka adalah team manajemen yang diperlukan untuk mengambil keputusan dan mendukung anggauta team lainnya yang mengalami hambatan kerja ... Kerja team menjadi terarah dan bersemangat apalagi selalu ada gorengan dan kopi .... tambah semangat aja nih.
Menjelang magrib semua tiang telah dicat oleh seksi bantuan umum Sdr Bowo dan semua tiang telah kembali berdiri ditempatnya semula, terdapat beberapa pekerjaan yang belum adalah penarikan kabel kesetiap tiang lampu dan pemasangan lampunya. .... Kiranya kerja perlu disisain juga untuk kegiatan hari Sabtu dan Minggu berikutnya..... bisa aja tuh yang ngatur.
| Karena kerjasama maka si Gemuk dan si kuda yang terjatuh kedalam jurang dan hampir di makan buaya yang ada dibawahnya telah menjadikan saling percaya dan menghargai satu dengan yang lain. Karena masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. |
Semua kegiatan diatas adalah kerja praktis, nah berikut merupakan teori kerja sama yang kami referensikan dari Blog nya LEA
KERJASAMA TEAM
adalah sekelompok orang dengan kemampuan, talenta, pengalaman dan latar belakang yang berbeda, yang berkumpul bersama-sama untuk mencapai satu tujuan. Meskipun ada perbedaan di antara mereka, namun tujuan bersama merupakan penghubung yang menyatukan mereka sebagai team. Dalam sebuah organisasi, kerja team menentukan output kerja yang dihasilkan.
Karakteristik Team
- Harus memiliki tujuan bersama yang jelas. Apapun bentuk tujuannya, usaha untuk mencapai tujuan tersebut merupakan alasan keberadaan suatu team.
- Adanya kerjasama untuk mencapai tujuan.
Mengapa Team diperlukan?
Kualitas keputusan dan tingkat kreatifitas yang dihasilkan oleh sebuah team, jauh lebih baik daripada kualitas dan kreatifitas yang dihasilkan oleh rata-rata individu yang bekerja sendirian. Keuntungan team adalah adanya kekuatan kerjasama.
Ciri-ciri Team yang hebat :
- dapat menciptakan hasil dengan cepat;
- kreatif;
- bijaksana;
- positif
- dan konsisten.
Salah satu faktor yang membuat sebuah team berfungsi adalah keikutsertaan seluruh anggota team.
TUJUAN TEAM
Tujuan team dinilai baik apabila hasil yang diharapkan tidak dapat diraih oleh usaha seorang saja.
Agar seluruh anggota team mengetahui tujuan team maka :
1. Jadikan tujuan singkat, padat, jelas, pasti dan beorientasi pada tindakan. Contoh tujuan team adalah “Menciptakan hubungan yang lebih baik antara pelanggan dan perusahaan”. Tujuan ini terlalu luas dan dapat menciptakan berbagai arti. Seluruh anggota team harus mengartikan tujuan secara sama. Pernyataan tujuan dapat diperjelas dengan “Mengurangi keluhan pelanggan” atau “Meningkatkan kualitas kepuasan pelanggan”.
2. Seluruh anggota team harus mengetahui arti dari tujuan team yang sebenarnya. Hal ini dapat dilakukan dengan menanyakan kepada tiap anggota mengenai tujuan team. Jawaban anggota team akan menunjukkan apa yang sebenarnya menjadi hasil pekerjaan team.
3. Adanya kemungkinan keberhasilan. Team harus percaya bahwa tujuan tersebut dapat dicapai dan merupakan hal yang tepat untuk dilakukan.
“Tujuan kita hanya dapat diraih dengan bantuan rencana yang dapat dipercaya dan bisa digunakan untuk memimpin tindakan kita dengan bersemangat. Tidak ada jalan lain untuk meraih keberhasilan” -Pablo Picasso-
MEMBANGUN TEAM YANG BAIK
1. Bergerak ke arah yang sama secara bersama-sama.
Bangun sebuah team yang baik, setiap anggota team harus mengetahui tujuan team dan memiliki persepsi yang sama tentang arti dari tujuan team tersebut.
2. Perjelas Keahlian dan Tanggung Jawab Anggota Team. ( Job Description)
- Setiap anggota team harus mempunyai tugas dan tanggung jawab secara personal.
- Setiap anggota team harus mengetahui cara dan melakukan tugas teknis mereka.
- Setiap anggota team harus mengerti dan memahami peraturan dasar yang dibangun berdasarkan tujuan team.
3. Adanya Peraturan, Panduan atau Prosedur
Hal ini akan memberikan perasaan yang stabil dan sebagai acuan dalam menyelesaikan masalah yang belum terjadi atau telah terjadi.
4. Hindari Masalah yang Dapat Diprediksi
Jangan mengambil resiko dengan tetap melakukan suatu proses yang memungkinkan terjadinya kegagalan.
5. Gunakan Segala Peraturan, Panduan atau Prosedur Sebagai Alat Pengukur
Peraturan, Panduan atau Prosedur dapat menjelaskan bagaimana team ingin bekerjasama. Peraturan team harus diperhitungkan sebagai konsep yang hidup dan dinamis, yang dapat dilakukan dengan meluangkan waktu untuk membicarakannya, mengubah peraturan/ panduan jika tidak berfungsi dan buatlah dokumen mengenai perubahan tersebut.
Jika terjadi pelanggaran terhadap Peraturan/Panduan harus langsung dibicarakan, setiap anggota team harus bertanggung jawab terhadap kinerja team dan juga bekerja keras untuk mencapai tujuan team.
Untuk membantu rekan baru dalam team fokuskan pada hal dasar terlebih dahulu. Jangan berasumsi bahwa rekan baru akan otomatis mengerti apa yang sedang terjadi.
7. Selalu Bekerjasama
Ketika seseorang berkerjasama untuk memecahkan suatu masalah maka pandangan dan interprestasi masalah yang berbeda ditambah kenyataan dan pengetahuan yang berbeda akan menciptakan solusi yang lebih baik.
8. Wujudkan Gagasan/Ide Menjadi Kenyataan
- Jika salah seorang anggota mengemukakan gagasan/ide, dengarkan dengan baik. Lalu piculan dengan mengajukan pertanyaan “Bagaimana jika..”, hal tersebut akan memacu perkembangan pikiran. Banyak orang yang menjadi kreatif karena tantangan.
- Kejarlah kuantitas gagasan/ide bukan pada kualitas gagasan/ide. untuk memunculkan gagasan/ide seseorang membutuhkan waktu untuk berpikir. Yang perlu dilakukan selanjutnya adalah memperbaiki gagasan/ide apabila kurang sesuai.
- Hindari kritikan terhadap gagasan/ide ketika gagasan/ide itu terbentuk. Namun pusatkan perhatian pada cara gagasan/ide dapat diperbaiki/digunakan.
9. Paculah Kreatifitas
Pada dasarnya setiap orang dapat menjadi kreatif, hanya saja dibutuhkan latihan. Cara sederhana adalah dengan melakukan beberapa latihan kelompok yang terdengar bodoh. Para anggota team diberi masalah kecil dan tugas yang mengembangkan imajinasi dan tidak mempunyai konsekuensi nyata. Hal tersebut dapat memacu pemikiran kreatif team ketika masalah harus ditangani.
Antisipasi perilaku team yang tidak produktif dengan menghindari perilaku yang cenderung menjatuhkan gagasan sebelum gagasan dibangun.
10. Ambilah Keputusan secara Solid
Fungsi dasar team adalah mengambil keputusan yang akan mempengaruhi hasil yang penting. Pengambilan keputusan harus dilakukan secara efektif dan efisien dengan berorientasi pada masa depan. Artinya mengidentifikasi dan mengurangi faktor yang tidak dikethui yaitu RESIKO. Tiga informasi yang dibutuhkan untuk mengurangi resiko adalah :
- Informasi yang menyangkut fakta, data, trend dan informasi akurat lainnya dari sumber yang dapat dipercaya dan dapat diandalkan.
- Informasi data hasil percobaan.
- Intuisi atau indra keenam yang dimiliki beberapa orang yang didasarkan pada pengalaman dan persepsi yang tajam.
Kenali Resiko -- menciptakan cara untuk meminimalisasi resiko dari setiap alternatif -- memilih alternatif terbaik.
11. Hindari Pemecahan Masalah dengan Kompromi
Kompromi adalah apa yang terjadi ketika team mencapai keputusan yang tidak disetujui sebagian anggota atau mereka tidak benar-benar perduli pada keputusan itu.
Contoh : Pihak A percaya bahwa produk dapat diselesaikan dalam waktu dua hari, sedangkan pihak B beranggapan bahwa waktu yang dibutuhkan adalah setengah hari. Setelah diskusi yang panjang dan saling mengalahkan opini, akhirnya team berkompromi dan memutuskan bahwa pekerjaan akan diselesaikan satu setengah hari. Apa yang akan dirasakan oleh para anggota? Para pihak akan merasa tidak puas dengan keputusan tersebut.
Perlu diingat kompromi dapat dilakukan apabila keputusan harus diambil sesegera mungkin (tekanan waktu) dan kompromi merupakan keputusan sementara.
Agar keputusan kompromi dapat berguna dan berjalan dengan baik :
- Perhatikan Kompromi. Ketika mengambil keputusan haris dipertanyakan bagaimana perasaan team. Apabila anggota team setuju makan keputusan dapat dilaksanakan tetapi apabila tidak setuju maka ada baiknya menimbang kembali keputusan tersebut.
- Perhatikan Penerapannya. Pastikan keputusan yag dicapai melalui kompromi diterapkan secara se-efektif dan se-efisien mungkin.
- Jangan jadikan keputusan kompromi sebagai kebiasaan. Sebagian anggota akan merasa diacuhkan. Semangat dan komitmen akan jatuh.
12. Carilah Kesamaan Pandangan dengan Pengambilan Keputusan secara Konsensus
Konsensus adalah melakukan diskusi yang mengacu pada pemecahan masalah, menciptakan sudut pandang yang sama terhadap masalah dan hambatan, serta memikirkan tindakan yang paling mungkin dilakukan berdasarkan suatu kondisi tertentu.
Konsensus merupakan keputusan yang dibuat dalam kelompok dan disetujui semua orang sebagai keputusan terbaik yang diambil pada kondisi saat itu. Dalam konsensus diperlukan pengertian yang jelas mengapa keputusan diambil dan semua orang mendukung. Konsensus menjadi penting karena untuk menerapkan suatu keputusan diperlukan dukungan dan bantuan total dari team.
Dalam konsensus, sudut pandang yang beragam dari setiap anggota team harus diperhatikan, dipertimbangkan, diselidiki, dibandingkan dan didiskusikan, sampai semua anggota melihat dan memahami semua aspek masalah atau keputusan. Hasil konsensus jauh lebih baik daripada kompromi, tetapi harus diingat, konsensus memerlukan waktu dan tidak berlaku untuk semua keputusan, konsensus akan menghasilakn keputusan yang tepay untuk saat dan kondisi saat itu.
Pengambilan Keputusan secara konsensus dapat dilatih.
- Kuncinya adalah setuju bukan kompromi.
- Mendengarkan secara aktif.
- Berpikir Terbuka.
- Mengutarakan posisi dan alasan, bukan pungutan suara.
- Partisipan yang bersemangat.
13. Manfaatkan Pertentangan Sebagai Langkah Membangun Kreatifitas
Team adalah sekelompok orang yang berkerjasama untuk meraih tujuan bersama. Kenyataannya, setiap orang berbeda. Setiap orang di dalam team berasal dari tempat yang berbeda, memiliki pendidikan, pekerjaan, pengalaman, dan kegemaran yang berbeda. Apa yang menjadi jelas dan penting bagi pihak lain belum tentu jelas dan penting juga bagi pihak lain.
Cara mengatasi perbedaan adalah dengan menghadapi perbedaan tanpa emosi, dengan tidak memandang perbedaan sebagai serangan pribadi. Perbedaan harus dihadapi dengan dewasa dan profesional. Perbedaan dapat menghasilkan pemecahan masalah yang berbeda, menghasilkan gagasan/ide yang berbeda dan dapat memunculkan kreatifitas.
14. Perangi Virus Konflik
Meskipun team dapat menangani konflik dengan efektif tetapi tidakkan efisien jika potensi terjadinya konfilk dapat dihindari sejak awal.
Pemicu konflik yang dapat dihindari antara lain adalah
- Komitmen. Setiap anggota team harus bertanggung jawab pada pekerjaan dan hasil yang diperoleh team.
- Persepktif menang kalah di kalangan para anggota harus dihilangkan dari awal.
- Ingatlah bahwa perbedaan dapat memacu kreatifitas. Dengarkan dengan seksama apa yang dikatakan orang-orang dan usahakan untuk melihat dari sudut pandang mereka.
15. Saling Percaya
Bagaimana team membangun kepercayaan :
- Tepati janji anda tanpa ragu.
- Pastikan apa yang anda katakan dan informasi yang anda bawa merupakan informasi terkini dan akurat.
- Lakukan tugas anda dengan sungguh-sungguh. Orang cenderung mempercayai orang yang kompeten dan punya disiplin diri.
- Selesaikan tugas anda dengan kualitas dan akurasi yang baik.
- Bergaul dengan oranglain. Apakah anda akan mempercayai indovidu yang cenderung enggan bersosialisasi?
- Kerjasama dengan oranglain dalam mengambil keputusan. Tunjukkan fleksibilitas dan kreatifitas.
- Biasanya orang akan mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan bertanggung jawab apabila dia merasa dipercaya.
16. Adakan Rapat dengan Baik
Susun agenda rapat dan lakukanlah rapat secara baik.
17. Saling Memberi Penghargaan
Hasil penelitian yang telah dilakukan berulang kali menunjukkan bahwa uang bukanlah motivator paling penting dalam pekerjaan. Faktor nomor satu yang memotivasi adalah bahwa mereka telah berkontribusi terhadap pekerjaan yang menarik. Selain itu tanggung jawab tambahan juga dapat merupakan bentuk tanda kepercayaan dan keyakinan. Dan jangan lupa untuk mengucapkan “Terimakasih”.
18. Evaluasi Team secara Teratur
- Evaluasi team
- Evaluasi Tujuan
- Rayakan kemajuan
- Lakukan perbaikan
19. Pimpinlah Tanpa Mendominasi
Mengendalikan tanpa memerintah dapat dilakukan dengan :
- Mengusulkan;
- Mengarahkan;
- mengajukan pertanyaan;
- merangkum sudut pandang;
- mengarisbawahi konsekuensi;
- membiarkan segala sesuatunya terjadi.
“Kunci Keberhasilan Kepemimpinan dewasa ini adalah pengaruh bukan kekuasaan” -Ken Blanchard-
20. Mintalah Bantuan
Bagi sebagian orang meminta bantuan dinilai sebagai tanda kelemahan. Hilangkan pemikiran mengenai hal tersebut dan tekankan bahwa meminta bantuan lebih baik demi menghindari terjadinya kesalahan atau masalah.
21. Jangan Menyerah
Jangan biarkan kendala menengendalikan team, belajarlah dari kesalahan dan maju terus demi mencapai tujuan team secara bersama-sama.
Ringkasan dari buku "Making Teams Work by Michael Maginn"

Lea
| Untuk lebih mengerti betapa kerjasama menjadi penting dan dapat mempercepat penyelesaian kerja serta meringankan beban anggauta team, terutama tujuan kerja sama dalam menyelesaikan suatu pekerjaan tercapai dengan tepat dan effisien. |
1 comment
Leave a comment
| « SEPUTAR NEGARA DIDUNIA | RAPAT PANITIA HUT-RI KE 64 » |
